sindilestariputrisworld:

Sederhana.

Banyak pelajaran dari rasa sakit yang kita dapatkan, salah satunya tentang bagaimana cara agar kita tak berlaku seperti itu kepada orang lain.

Maka benar, hendaknya sebelum kita memperlakukan orang lain, berkacalah pada diri. “Bagaimana rasanya jika kita, diperlakukan seperti itu?”

Jika kita senang diperlakukan baik, perlakukan orang lain dengan baik pula. Sebaliknya, jika kita tidak senang diperlakukan buruk, jangan berlaku buruk pula pada orang lain.

andromedanisa:

Dimudahkan dan memudahkan.

Apa bedanya dimudahkan dan memudahkan? Tentu jelas keduanya atas pertolongan Allaah. Baik dimudahkan ataupun memudahkan semuanya atas izin Allaah. Dimudahkan berarti segala urusannya Allaah selesaikan dengan mudah dan lancar tanpa hambatan. Sementara memudahkan, Allaah gerakkan hati seseorang untuk menyelesaikan dan melancarkan segala sesuatunya menjadi mudah dan ringan.

Kalau hanya mengandalakn diri sendiri tentu tidak akan mampu, bukan? Kalau hanya mengandalkan manusia, manusia tempatnya salah dan kecewa, bukan? Maka yang membuat semuanya terasa mudah, lancar dan sempurna adalah salah satu pertolongan Allaah yang terkadang seringkali kita lupakan.

Barangkali kita lupa untuk memohon pertolongan untuk memulai sesuatu. Barangkali kita lupa untuk meminta pertolongan ditengah kesulitan, yang diingat hanya manusia. Menghubungi si A, si B , si C yang belum jelas akan menyelesaikan itu semua. Dan barangkali ketika selesai semuanya kita lupa meminta pertolongan agar apapun nantinya tetap baik-baik saja.

Kalau kita mendapatkan diri dimudahkan Allaah untuk melakukan kebaikan, maka sungguh itu adalah karunia yang tidak semua orang mendapatkannya. Dan kala kita memudahkan seseorang untuk meringankan bebannya atau permasalahan yang sedang dihadapinya, maka sungguh itu juga karunia yang tidak semua orang memiliki kesempatan baik itu.

Orang-orang yang kulihat sering dimudahkan Allaah dalam hidupnya adalah mereka yang seringkali memudahkan urusan orang lain. Tidak pernah mempersulit jika berurusan dengannya, sehingga hidupnya selalu dimudahkan Allaah. Orang yang dimudahkan hidupnya bukan berarti tidak pernah mengalami ujian berat atau kesulitan, ya. Justru barangkali karena beratnya ujian yang pernah mereka lalui, dan sedihnya ketika menemukan tidak ada yang meringankan bebannya. Mereka adalah orang yang paling keras ingin memudahkan urusan orang lain. Ingin membantu orang lain sebisa yang mereka mampu sekalipun itu kecil menurut pandangan dunia.

Namun bukankah tidak ada yang kecil dalam pandangan akhirat? Allaah mebalas setiap kebaikan, sekalipun itu kebaikan kecil kan ya? Sekalipun hanya senyum yang terlihat remeh bagi sebagian orang hari ini.

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ


“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“. HR at-Tirmidzi (no. 1956)

Karena memang senyum yang hangar Dan tulus, akan sampai pada setiap jiwa yang didalamnya masih ada kebaikan.

Dimudahkan ataupun memudahkan, jangan lupa untuk selalu meminta pertolongan Allaah, ya. Sebab pada akhirnya setiap kebaikan itu akan kembali kepada diri sendiri dalam bentuk kebaikan yang berlipat-lipat. Ketika dimudahkan jangan pernah merasa diri paling baik, paling disayang Allaah, paling amalan diterima. Ataupun sebaliknya, memudahkan urusan orang lain apapun itu bukan berarti kita dibodohi, akan sangat capek, dan dirugikan.

وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ


“Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).

Sekali lagi, aku seringkali melihat Orang-orang yang sering dimudahkan Allaah dalam hidupnya adalah mereka yang seringkali memudahkan urusan orang lain. Tidak pernah mempersulit jika berurusan dengannya, sehingga hidupnya selalu dimudahkan Allaah.

Teringat nasihat seorang teman beberapa tahun lalu,

“aku, Nis. Kalau mengalami kesulitan yang kayak nggak ada solusinya. Biasanya aku akan cari seseorang yang ingin ku bantu, entah hanya mendengarkan curhatan, atau memberikan sesuatu yang dibutuhkan selama aku mampu, atau memberikan jajan atau mungkin beberapa kebutuhan bagi orang-orang yang sedang membutuhkan. Nggak tahu kenapa ya, tiba-tiba aja masalah aku itu ada solusi jalan keluarnya. Yang sampai sekarang ini akupun tak paham. Namun ini yang ku yakini, bahwasanya Allaah nanti yang akan membantu permasalahanku.”

Masya Allaah, janji Allaah itu benar. Janji Allaah itu pasti. Tidak akan pernah Allaah menghianati apa-apanyang telah Allaah janjikan. Maka seperti itulah keyakinan kita yang perlu kita yakini lekat-lekat. Allaah pasti menolong, Allaah pasti akan bantu. Gimana caranya? Ya itu bukan ranah kita buat mikir gimana caranya. Yang penting jangan lepas untuk meminta pertolongan Allaah Dan berbuat baik dimanapun berada.

taufikaulia:

Hai Tumblr! Lebaran ini sudah berapa orang yang nanyain kamu kapan nikah?

Ditanya “kapan nikah” gak akan bikin kamu hancur kok. Palingan cuma sebel dikit aja. Kalau kamunya memang belum siap, calonnya belum ada, atau emang belum mau menikah, ya gak usah terlalu diambil hati. Apalagi sampai jadi pikiran. Masih banyak hal-hal lain yang lebih layak menyita pikiranmu selama kamu bisa menjaga hati, pikiran, dan tubuhmu dari hal-hal yang Allah haramkan.

Sebel dikit gak apa-apa, tapi risaukan hal yang memang layak dirisaukan sekarang-sekarang ini. Toh, target dan milestone hidup orang gak selalu sama.

Mungkin, kalau ada yang nanya kamu kapan nikah. Kamu cuma perlu jawab singkat aja, “Doain aja ya, Tante. Saya lagi nyiapin diri dulu nih biar nanti bisa jadi istri/suami yang baik.” Jangan lupa tambahkan senyum simpul. Sudah tu, hidup lanjut lagi.

@taufikaulia

penaimaji:

REZEKI

Ada orang yang gajinya diberi lebih banyak, namun ia harus memenuhi kebutuhan orang tua, anak istri, juga saudaranya. Ada orang yang gajinya lebih sedikit, namun ia cukup karena hanya memenuhi kebutuhan keluarganya.

Ada yang gajinya sedikit, namun ia cukup karena tidak memiliki tanggungan dan hanya menghidupi dirinya sendiri. Ada yang gajinya kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun orang tuanya membantu untuk mencukupi.

Seringkali kita perhitungan, membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Padahal Allah-lah yang sudah mengatur rezeki masing-masing manusia.

Semua harta milik Allah, bukan milik kita sendiri. Seringkali kita merasa harta kita adalah kepunyaan, padahal semuanya itu dari Allah.

Dada kita terasa sempit untuk memberi, karena terus merasa kurang. Padahal apa yang kita beri itu, adalah sebenar-benar harta tabungan kita.

Dan yang membuat kita lapang kepada apa yang diberikan Allah adalah rasa cukup.

Sebanyak apapun harta kalau kita gak mau bersyukur, maka kita akan terus merasa kurang. Pun sesulit apapun kondisi, kalau kita percaya Allah yang akan mencukupi, maka kita tidak akan merasa kekurangan.

Buntok, 12 Mei 2022 | Pena Imaji

kkiakia:

(seperti) jawaban.

Ketika dia tampak seperti jawaban doa-doamu, tak ada jaminan bahwa; ia benar-benar jawaban dari doa-doa itu, bukan? Bisa jadi kehadirannya hanyalah ujian perasaan? Sungguh, janganlah tergesa-gesa menelan dan menyimpulkan setiap rasa manis yang terasakan.

Semoga pandangan hatimu selalu jernih untuk membedakan sumber dan alasan di balik setiap gemuruh yang terasa riuh dalam ruang perasaanmu. Agar mampu kau pahami mana hal yang semestinya kau perjuangkan dengan gigih dan mana hal yang sebaiknya dengan bijaksana kau lepaskan demi kebaikanmu sendiri.

Setelah luka-luka yang pernah penuh darah dan kecewa di masa lalu yang pernah teramat panjang dalam perih—semoga sudah cukup untukmu mengambil banyak pelajaran berarti dan tak mengulang kesalahan yang sama lagi.

Semoga Allah selalu tuntun hatimu, untuk memilah lalu memilih kesempatan mana yang semestinya kau hargai sepenuh hati dan mana ketidakmungkinan yang semestinya kau relakan tanpa banyak keragu-raguan yang menyertai.

Aku sungguh, tak ingin melihatmu menangis hingga lelah, bersedih seakan kehilangan cahaya dan menyiksa diri seperti bertahun-tahun lalu. Kau sungguh berharga dan aku teramat peduli padamu, pada kebaikan hatimu.

Dalam urusan hati, penyelamat terbaik selain doa dan upaya yang sudah-sudah adalah; dirimu sendiri—rasa sadar dirimu. Kau boleh memperjuangkan seseorang dengan begitu keras kepala, tapi jika memperjuangkannya menenggelamkan dirimu dalam segala tanda tanya yang bertepi, pemakluman-pemakluman yang menusukmu sendiri dan maaf yang tak dianggap berarti, sungguh kau hanya sedang menunggu waktu untuk melihat hatimu dibuat berdarah lagi. Porak-poranda seperti masa lalu.

Kini, bangunlah, aku menyambutmu, aku akan memelukmu dengan hangat, menangislah di pelukanku, aku ada—mendengarkanmu, selalu. Tanpa kau perlu takut akan membebaniku. Ekspektasi memang menyakiti, tapi jangan naif. Kita tak pernah bisa berhenti berharap. Tak apa, berharaplah, agar kau tetap hidup. Tapi takar harapanmu dengan belajar dari cerita-cerita mereka dan masa lalu. Jangan melebihkan harapan itu, namun jangan pula mematikannya, sebab nanti kau mati rasa.

Kontemplasi, 15 Mei 2022 09.24

gaycommunist:

actually, growing up is feeling like i turned sixteen two days ago. i’ve been eighteen for years. fifteen year olds seem so young. wasn’t i fifteen just a few weeks ago? all my friends and i are still twelve. i’m closer to thirty than to being a baby. i never got to be a kid. i never grew past eight. i can’t talk to my mom. i want to sit in her lap forever. i want to decide everything for myself. i need someone to tell me exactly what to do. the week is going by so slow. an entire year has passed.